DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KPPBC TMP A BEKASI

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Berita

SEMINAR NASIONAL PUG

30 July 2019

Bekasi, 29 Juli 2019

Berangkat dari sebuah kepedulian atas dampak dari kekerasan seksual  serta semangat untuk mengelola sumber daya manusia yang lebih baik, Kantor Bea Cukai Bekasi mengadakan Seminar Nasional Pengarusutamaan Gender (PUG) dengan mengangkat tema "Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja".

Kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber yang kompeten dan mampu memberikan edukasi dan infromasi di seputar tema terkait. Staf Ahli Bidang Komunikasi Pembangunan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak, Ratna Susianawati,  hadir sebagai narasumber 1. Ratna menyampaikan poin penting dari hasil survei yang menyatakan  mayoritas kekerasan seksual masih terjadi pada perempuan dan anak. Selain itu Ratna juga mengingatkan bahwa butuh komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait untuk bisa meminimalisir kekerasan seksual.  Lebih lanjut Ratna menjelaskan bahwa Strategi PUG merupakan cara tepat untuk bisa membantu meminimalisir kekerasan seksual  karena PUG pada dasarnya berbicara tentang manusia, bukan tentang kelompok – kelompok tertentu. Untuk itu, diperlukan proses analisis yg mumpuni utk mengukur indikator  Akses, Partisipasi, Manfaat, dan Kontro (APMK) bagi laki-laki dan perempuan.  Ratna mengingatkan bahwa saat ini merupakan periode yang sangat tepat untuk menetapkankomitmen pimpinan dalam dokumen Rencana Strategis (Renstra). Perencanaan yang baik dan tepat akan menentukan kesiapan Indonesia menuju Indonesia Emas di tahun 2045 dan Bonus Demografi di tahun 2020 dan Indonesia Emas di tahun 2045. Di akhir pemaparannya, Ratna mengajak semua peserta seminar untuk lebih fokus ke tindakan pencegahan atas kekerasan seksual . Setiap komuntias di kantor maupun di rumah bisa memulai membuka ruang dialog. Ketahanan keluarga juga penting untuk bisa meminimalisir segala bentuk kekerasan seksual.

Narasumber ke 2 adalah  Padmoyo Tri Wikanto, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai  Sulawesi Bagian Selatan. Padmoyo  mengatakan tugas dan fungsi Bea Cukai yang sangat variatif dengan cakupan wilayah kerja yang begitu luas dan bersifat transaksional sangat berpotensi terjadi kekerasan seksual. Hal ini harus menjadi perhatian para pimpinan. Lebih lanjut Padmoyo menjelaskan bahwa perlu ada tool yang bisa menjadi  pedoman sekaligus alat kontrol  dalam membantu pimpinan melakukan monitoring dan evaluasi dalam usaha meminimalisir kekerasan seksual di tempat kerja. Di akhir pemaparannya, Padmoyo menyatakan bahwa seluruh seluruh aspek dalam pengawasan dan pelayanan kepabeanan dan cukai telah mengimplementasikan PUG. Contohnya sistem CEISA, dimana pengguna sistem tersebut bisa diakses semua orang tanpa membedakan kelompok tertentu.

Di sesi akhir,  Agus Amiwijaya, Kepala Subdirektorat Upaya Hukum Kantor  Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, menyajikan materi yang tidak kalah menarik. Agus mengingatkan bahwa konsekuensi seorang  ASN melakukan tindak pelecehan atau kekerasan seksual adalah sanksi pidana dan sangat mempengaruhi reputasi karirnya.  Lebih lanjut Agus menghimbau agar semua pihak bisa mulai belajar peka dengan interaksi sesama pegawai di kantor. Karena  banyak hal dalam dinamika keseharian di kantor yang menjadi kebiasaan yang jika tidak peka bisa menimbulkan masalah. Untuk upaya meminimalisir kekerasan seksual di tempat kerja, menurut Agus, upaya preventif adalah upaya terbaik. Jangan menunggu sampai ada kejadian baru mulai dipikirkan. Dari sekarang sudah harus disusun pedoman pencegahan berikut usaha-usaha yang bisa dilakukan. Di akhir pemaparannya, Agus menyampaikan bahwa norma yang tegas dan keteladanan dari pimpinan sangat berpengaruh dalam meminimalisir kekerasan seksual di tempat kerja.
Di akhir acara, Hatta Wardhana sebagai moderator menyampaikan resume hasil seminar nasional yang diharapkan bisa menjadi inisiatif baru yang perlu ditindaklanjuti oleh institusi DJBC dalam penanganan kekerasan seksual di tempat kerja. Implementasi PUG sesungguhnya merupakan strategi memanusiakan manusia. Dengan strategi ini diharapkan semua aspek interaksi manusia terutama di dunia kerja bisa dikelola dengan baik. Demikian halnya dengan isu kekerasan seksual diharapkan efektif di tindakan preventif. Pimpinan bisa menginisiasi perlunya suatu tahapan yang lebih nyata yang menjadi pedoman untuk penanganan kekerasan seksual mulai dari tindakan preventif sampai dengan penanganan kekerasan seksual  pada saat kejadian.
Peserta Seminar Nasional PUG sangat antusias. Terbukti dengan suasana tanya jawab yang sangat interaktif. Diharapkan para peserta yang hadir dapat membagikan ilmu dan pengalaman yang telah didapat kepada khalayak luas, agar tindakkekerasan seksual tidak dianggap sebagai kejadian yang biasa namun harus menjadi kepedulian bersama.

Mulailah bicara. Jangan diam. Speak Up!!!

#BeaCukaiMakinBaik
#BeaCukaiBekasiBisa


Berita Lainnya



   Hak Cipta KPPBC Tipe Madya Pabean A BEKASI @2016
Jalan Sumatera Blok D-5, Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi